Kali ini kita belajar membuat lampu indikator dengan di sertai skema atau gambar rangkaiannya.
Lampu indikator dalam dunia elektronika sangat berperan penting. Karena dengan adanya lampu indikator ini, kita dapat mengetahui serta mengontrol kinerja dari sebuah rangkaian atau sebuah perangkat elektronik yang sedang kita rakit, terutama di bagian kontrol daya power supply listrik.
Sebab dengan dipasangnya lampu indikator, kita dapat mengetahui apakah daya listrik untuk setiap rangkaian mengalir atau tidaknya dapat terpantau dengan mudah, begitu pula ketika dalam proses perbaikan, lampu indikator akan cukup membantu dalam menganalisa sebuah permasalahan saat perangkat atau bagian bagian sebuah rangkaian ada yang rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Secara umum, lampu indikator sering kita jumpai dalam setiap perangkat elektronik, baik itu televisi, radio, speaker aktif, amply, dvd player, dan lain lain, yang menandakan bahwa perangkat tersebut sedang menyala atau tidak, atau sederhananya, bekerja atau tidaknya sebuah perangkat atau rangkaian elektronika, dapat diketahui melalui lampu indikator tersebut.
Pada dasarnya, membuat rangkaian lampu indikator cukup sederhana, dan di sini kita coba membuat lampu indikator dari jenis lampu LED, ( Light Emitting Diode ) atau disebut diode cahaya.
Berikut contoh skemanya..
Untuk tegangan kerja lampu led kurang lebih 3 sampai 3,5 volt jika digunakan sekedar untuk lampu indikator dalam sebuah rangkaian atau sebuah instalasi listrik. Komponen led untuk indikator, ada beberapa macam warna yang dapat di gunakan. Misal led warna hijau, cocok di gunakan sebagai indikator bahwa blok atau rangkaian elektronik sedang bekerja atau sedang menyala. Atau misal led warna merah cocok untuk indikator bahwa rangkaian atau perangkat sedang dalam posisi off atau standby. Namun ini hanya contoh saja dan tidak mutlak harus memakai warna led tertentu saja, akan tetapi kita bebas berkreasi sesuai kesukaan kita masing-masing.Seumpama tegangan yang ada memiliki nilai 24 volt, maka resistor yang di gunakan cukup dengan nilai 2K2 ohm (2200 ohm) berikut contoh skemanya..
dan untuk kode warna resistor 2k2 adalah merah merah merah emas. Penghitungan utama membaca nilai resistor menurut kode atau gelang warna yang ada di bodi resistor yaitu 3 warna pertama, dan gelang warna ke 4 merupakan nilai toleransinya. Bila resistor yang di pakai berjenis SMD, maka nilai atau simbol yang ada di bodi memiliki angka 222.
Ada pula indikator lampu yang di pasang pada sebuah terminal listrik. Skema jalur rangkaiannya, sama saja yang membedakan hanya nilai resistor yang di pakai memiliki nilai 100K sampai 220K ohm dan tegangannya bisa langsung AC tanpa perlu di rubah ke DC, biar lebih sederhana serta tidak banyak memakan tempat pada terminal listrik yang di gunakan.
Untuk resistor 100K, kode warna coklat hitam kuning.
sedangkan resistor 220K memiliki kode warna merah merah kuning.
Untuk contoh gambar LED/ diode cahaya salah satunya seperti ini..
Sekian dulu pembahasan tentang membuat lampu indikator,
semoga bermanfaat..
salam..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar