Sabtu, 26 November 2022

Cara menyerap energi metafisika

 Energi metafisika, merupakan sebuah energi yang sifatnya halus serta tidak bisa di lihat atau bahkan disentuh secara langsung. Dalam beberapa kasus, energi metafisika hanya bisa di lihat ketika kita telah menyatu sepenuhnya dengan kesadaran internal (dalam diri) dan dengan kata lain, dalam prosesnya, jiwa dalam diri kita harus benar benar aktif. Ketika jiwa jiwa dalam diri telah aktif, kemudian sinkron dengan tubuh lahir (fisik / panca indra / ke lima indra) maka penyatuan antara jiwa dan raga tersebut akan mengaktifkan sebuah indra baru yang biasa di sebut yaitu indra ke 6.
 
 Jadi, indra ke 6 merupakan gabungan suatu kesadaran antara tubuh lahir/ fisik dengan kesadaran tubuh batiniah / jiwa. Jika kesadaran pada jiwa disebut dengan olah rasa, maka kesadaran tubuh fisik disebut olah pikir. Dalam dunia spiritual, jika dua kesadaran bertemu atau bersatu, maka akan melahirkan sebuah kesadaran baru, dan gabungan antara olah rasa dengan olah pikir inilah yang nantinya akan menajamkan sensor ke lima indra / panca indra dan ketajaman pada panca indra ini yang di sebut indra ke 6.

 Secara sederhana, jika kita hendak menyerap energi metafisik yang sifatnya halus, maka menurut uraian di atas tadi, berarti dalam prosesnya kita hanya harus mengikut sertakan kesadaran jiwa atau penjiwaan atau penghayatan. Sebab bagaimanapun, energi halus hanya bisa disentuh dengan tubuh halus, dan tubuh halus yang kita miliki, disebut jiwa, dan jiwa di sini sangat berperan aktif sebagai tindak tanduk dalam kesadaran emosional diri dalam keseharian kita dan menjadikan sebuah sifat. 

 Kesimpulan dari pembahasan cara menyerap energi metafisik ini, adalah perlunya sebuah penghayatan atau penjiwaan dalam pelaksanaannya. Misal kita ingin menyerap energi metafisik dari sebuah makanan, maka kita cukup menyentuhnya kemudian menghayati dengan sepenuh jiwa atau dengan penuh perasaan. 
Secara fisik bisa bersentuhan secara langsung, namun bisa juga secara tidak langsung atau tidak bersentuhan dengan objek yang jadi target untuk diserap.

 Menyerap energi metafisik, secara sederhana di ibaratkan kita memberi makanan atau multivitamin tambahan kepada tubuh halus kita yaitu jiwa, Dengan memberi asupan lebih untuk jiwa kita, berharap kita lebih memahami lebih dalam tentang sebuah kesadaran emosional dalam diri kita sendiri. 

 Kesadaran jiwa adalah kesadaran emosional, yang nantinya menjadi sebuah sifat dalam diri. 

Keutamaan serta pokok penting dalam menyerap energi metafisik ini, tiada lain hanya untuk membangun kesadaran diri lebih dalam serta memahami asal usul atau sebab akibat dari sebuah sifat di dalam diri. Serta berharap kita bisa bijak dalam menata emosional diri serta mampu memanipulasi kesadaran dan tidak terbawa arus ketika berada pada situasi permasalahan saat bersosial.

 Pada dasarnya, energi metafisik memang baik untuk membangun kesadaran jiwa, namun pada hakikatnya, semua kembali pada seberapa  besar kuantitas energi yang diambil dengan kapasitas energi yang bisa ditampung,. Sebab ketika kita menyerap secara berlebihan, baik secara sadar ataupun tidak di sadari, energi metafisik yang berlebih akan mengakibatkan dampak negatif pada diri. Seperti halnya dampak pada emosional yang tidak terkontrol. Bagaimanapun juga, energi berlebih, biasanya akan mengganggu keseimbangan dalam diri. Maka dari itu, sebelum terjun lebih dalam di dunia energi metafisik, setidaknya kita memiliki konsep daya serta pola pikir yang cukup, agar mampu mengimbangi akan konsekuensi dari sebuah energi metafisik berlebih tadi. 

 Menyerap energi metafisik, sejatinya tidak hanya sebatas pada makanan saja, seperti konsep sesajen yang saripatinya di ambil atau di serap makhluk halus, hantu, jin, atau kerabatnya. Namun pada dasarnya, lebih ke pada unsur unsur dasar alam semesta, yang sifatnya masih mentah. Seperti energi metafisik dari unsur Tanah, Air, Udara/angin, Api, serta unsur dasar gabungan lainnya. Boleh saja kita menyerap atau memanipulasi energi metafisik yang sudah jadi, seperti makanan, atau energi metafisik dari tubuh seseorang atau makhluk, namun dengan catatan, semata mata hanya untuk kebaikan saja, seperti penyembuhan diri, mengobati orang lain, atau juga melepaskan jiwa asing yang menempel pada seseorang seperti kasus kerasukan atau kesurupan.

 Menyerap energi metafisik, itu simpel kuncinya hanya pada penghayatan atau penjiwaan saja. Namun yang utama adalah harus ada unsur energinya. Jangan sampai, ketika kita mau menyerap energi metafisik dari elemen atau unsur dasar udara/ angin, namun kita berada di ruangan tertutup seperti sambil meditasi atau olah nafas, dikamar. Yang bagus untuk mengambil energi metafisik unsur udara/ angin itu ya di tempat terbuka dan unsur udara/ anginnya itu harus benar benar berlimpah. Misal ketika ingin menyerap energi metafisik dari unsur air, kemudian pas lagi musim hujan atau kita dekat dengan sungai atau ada air terjunnya, maka itu tempat atau situasi serta kondisi yang bagus untuk menyerap dari energi metafisik dari unsur air. 

 Intinya apa pun energi yang hendak di serap, maka bahannya harus mutlak ada di dekat atau di sekitar kita, kemudian sentuh atau tidak menyentuh secara langsung juga tidak apa apa asal dekat juga cukup, misal ada spasi 1 sampai 5 cm untuk ukuran pemula. hehe..  kemudian setelah dekat atau menyentuh objeknya, ikuti dengan penghayatan atau penuh penjiwaan, dan bayangkan energinya mengalir dari luar ke dalam diri, dan bukan sebaliknya. Karena judulnya di sini kita menyerap dan bukan transfer energi.

 Ciri yang bisa di lihat atau dirasakan secara langsung adalah, ketika energi yang terserap kapasitasnya sudah cukup banyak, dan secara otomatis akan ada perubahan yang terlihat atau terasa di sekitar area yang jadi titik organ tubuh yang bertindak secara langsung. Misal menyerap energi metafisik unsur udara atau angin dengan organ penciuman atau hidung, seperti halnya meditasi olah nafas, maka reaksi yang terjadi jika berhasil, saat menghirup udara akan terasa sangat sejuk serta berasa ada mint atau dingin di setiap hembusan.
 Atau ketika kita menyerap energi metafisik unsur udara atau angin, dengan indra peraba kulit atau telapak tangan, maka kulit pada telapak tangan tersebut akan menjadi dingin. Dan dinginnya itu hanya di area telapak tangan saja, yang menandakan energi metafisik terkumpul di area telapak tangan tadi. Sedangkan dari pergelangan tangan ke sikut atau sampai ke bahu itu tetap hangat dan normal suhu rata rata orang hidup, Beda di sekitar telapak tangan yang dingin seperti orang meninggal heheh.. 
 Kondisi hangat dan dingin saat menyerap energi metafisik, benar benar bisa di manipulasi secara real namun tergantung sejauh mana individu itu menguasai dalam memanipulasi antara diri dengan energi alam sekitar.

 Sekalipun ini energi yang bersifat halus, namun jika pengambilan dalam porsi cukup banyak, maka perbedaan yang terlihat akan tampak jelas kepada tubuh fisik, Begitu juga dari segi risiko atau konsekuensinya secara mental atau psikis, akan sangat berpengaruh pada kestabilan emosional jiwa.

 Jadi setelah mengalami atau memahami tentang sebab akibat serta kekurangan dan kelebihan dari energi metafisik tersebut, hendaklah kita bisa bijak dalam penerapannya di kehidupan kita, terutama jika itu menyangkut kehidupan umum atau sosial. Sebab tidak semua orang mengerti akan semua hal hal yang bersifat halus seperti energi metafisik yang barusan kita bahas.

 Sekian dulu pembahasannya tentang menyerap energi metafisik, 
 semoga kita semua selalu sehat dan lancar rezekinya... 
 salam.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar